Berita  

Dituduh lakukan pelecehan & disebar di Twitter, Perawat Aan Lapor Polisi

Ia merupakan Fahrudin Anhar (28), seseorang perawat di RSUD RA Kartini Jepara. Laki- laki yang terkini saja berpisah dengan istrinya ini bekerja di ruang Kemuning, salah satu auditorium pemeliharaan klas III.

Perawat Aan Lapor Polisi
Perawat Aan Lapor Polisi, Dituduh Lakukan Pelecehan & Disebar Di Twitter

Perawat Aan Lapor Polisi – Pengakuan seseorang perempuan yang di unggah dalam akun twitter @UpWanita kalau beliau alami pelecehan seksual oleh seseorang perawat rumah sakit di Jepara membuat gempar dunia maya.

Terlebih dalam unggahan itu di perlihatkan sebagian gambar seseorang perawat dengan pakaian sebentuk RSUD RA Kartini Jepara. Yang juga di bilang 4 kali melaksanakan pelecehan seksual kepada dirinya.

Di lansir dari suarabaru.id yang melacak siapa perawat yang di tuduh akun twitter @UpWanita melaksanakan pelecehan seksual, dan kesimpulannya berjumpa perawat yang fotonya di unggah di dunia maya semenjak Pekan( 26/6/2022) dekat jam 11.40 Wib.

Ia merupakan Fahrudin Anhar (28), seseorang perawat di RSUD RA Kartini Jepara. Laki- laki yang terkini saja berpisah dengan istrinya ini bekerja di ruang Kemuning, salah satu auditorium pemeliharaan klas III.

Di lansir dari suarabaru.id beliau menyesalkan tuduhan serta pencemaran nama baik yang di lakukan oleh akun twitter @UpWanita yang dalam cuitannya mengatakan dirinya Aan. “Aan merupakan panggilan aku dari orang dekat, sahabat serta keluarga,” ucapnya.

Perawat Aan Lapor Polisi, Sebab itu Fahrudin Anhar memilah menempuh jalur hukum. ”Mulanya kita telah diskusi ke Satreskrim Polres Jepara terpaut tuduhan serta pencemaran nama baik oleh

akun twitter @UpWanita. Pula penyebaran berita dusta. Potret- potret itu di dapat oleh akun twitter @UpWanita,” ucap Fahrudin Anhar. Esok informasi tercatat hendak aku dampingi ke Polres Jepara, tambahnya.

Beliau pula berambisi, nitizen di Jepara tidak ikut- ikutan mengedarkan berita dusta serta tuduhan yang di unggah oleh

akun twitter @UpWanita. “Aku bekerja di ruang perawatan golongan III yang pasiennya senantiasa penuh. Belum keluarga yang menunggui sampai ruangan itu tidak sempat hening” tuturnya.

Read: Pengeroyokan Warga Bawu Oleh Orang Tak Dikenal










Sedangkan Pimpinan PPNI Jepara Hadi Sarwoko melaporkan sedia mendampingi anggotanya sampai cara hukum berakhir. Beliau pula berambisi nitizen bijak menyikapi permasalahan ini.

Rate this post